Rabu, 06 November 2013

Pengendara Motor: Tangkap Itu Penguasa Preman Parkir Liar

     
        
       Jakarta - Raut wajah Jacklyn, 26, terlihat kesal. Ia masih tidak bisa melupakan kejadian dua bulan lalu ketika harus mendorong sepeda motor bebeknya sejauh 500 meter untuk mencari bengkel di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Kurir pengantar barang itu tidak menyangka mengalami hari nahas karena pentil ban belakang motornya dicabut saat razia parkir liar. Maksud hati agar cepat dan tidak ribet dengan memilih parkir di jalan, ia malah terkena apes. Pasalnya, pascarazia itu ia harus mencari bengkel dan membuatnya terlambat mengantar barang-barang ke tempat lain.


Sanksi berupa omelan dari kantor karena terlambat mengantar barang pun harus diterima. Kejadian ini pun membuat ia kapok kalau parkir sembarangan di pinggir jalan.

“Enggak mau lagi deh. Mendingan cari parkir beneran. Gak apa-apa ribet dan mahalan dikit tarifnya,” kata pria kelahiran Medan itu kepada detikcom, Selasa (05/11). “Jangan cuma karena Rp 2 ribu kita mesti ganti ban,” lanjut dia.

Kekesalan juga dilontarkan Syahrizal, 21. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri ini sebulan lalu terpaksa harus mendorong sepeda motor bebek kesayangannya karena parkir sembarangan di kawasan Roxy Mas, Jakarta Pusat.

Pentil ban yang dicopot paksa oleh petugas saat razia membuatnya agak trauma untuk parkir sembarangan. Saat itu, kata Syahrizal, ia terpaksa memarkir di luar karena areal parkir di dalam terlihat penuh. “Gak tahunya pas mau pulang, ban belakang udah kempes pes. Apes,” ungkapnya kepada detikcom, Selasa (05/10).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar