Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan lima pasar rakyat yang dibangun ini dikhususkan sebagai tempat berdagang pedagang ekonomi lemah dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jakarta.
"Tahap pertama kita bangun di lima lokasi pasar sebagai pilot project yang dikhususkan bagi pedagang ekonomi lemah dan PKL," ujar dia kepada wartawan di Pasar Manggis, Jakarta Selatan, Rabu (6/11).
Sementara anggaran Rp 50 miliar, lanjut Djangga, berasal dari kompensasi optimalisasi Pasar Bendungan Hilir. Karena itu, pedagang yang menempati pasar, dibebaskan dari biaya sewa tempat usaha.
"Mereka hanya dibebani biaya pengelolaan pasar berupa iuran keamanan, kebersihan dan listrik sesuai pemakaian," jelas dia.
Meski digratiskan biaya sewa, kata Djangga, para pedagang dilarang keras mengontrakkan atau menjual tempat usahanya kepada orang lain. Tempat usaha pedagang itu nantinya akan diperpanjang setiap tahun.
"Di Pasar Manggis akan dibangun 384 tempat usaha. Selama tahap pembangunan, pedagang telah ditempatkan di penampungan," jelas dia.
Sedangkan di Pasar Pesanggrahan, lanjut Djangga, dibangun 161 tempat usaha. Pasar Kebon Bawang akan disiapkan 119 tempat usaha. Kedua pasar itu, saat ini tengah dalam tahap pembongkaran bangunan lama.
"Di Pasar Kampung Duri ada 108 tempat usaha, kemudian di Pasar Nangka Bungur, dibangun 163 tempat usaha," pungkas dia
sumber:kompas.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar